Bupati Parigi Moutong Minta Dukungan Bapanas Atasi Ancaman Krisis Pangan

oleh -396 Dilihat
oleh
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat melakukan audiensi dengan Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto, di Kantor Pusat Bapanas, Jakarta, Senin (22/9/2025). Pertemuan ini membahas dukungan pemenuhan pangan darurat dan penguatan ketahanan pangan pasca bencana di Parigi Moutong. Foto: Prokopim Parigi Moutong
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat melakukan audiensi dengan Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto, di Kantor Pusat Bapanas, Jakarta, Senin (22/9/2025). Pertemuan ini membahas dukungan pemenuhan pangan darurat dan penguatan ketahanan pangan pasca bencana di Parigi Moutong. Foto: Prokopim Parigi Moutong

JAKARTA, KONTEKS SULAWESI – Ancaman bencana hidrometeorologi di Sulawesi Tengah mulai menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Bupati Erwin Burase, melakukan audiensi dengan Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto, di Kantor Pusat Bapanas, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Audiensi ini diawali dari surat resmi permohonan yang dilayangkan Bupati Parigi Moutong pada 19 September 2025. Surat tersebut menyusul peringatan BMKG terkait potensi curah hujan ekstrem berkepanjangan hingga April 2026 yang berisiko memicu banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kami menyampaikan langsung kepada Bapanas terkait dampak yang dirasakan masyarakat, mulai dari kerusakan lahan pertanian, hilangnya mata pencaharian petani, hingga ancaman kerawanan pangan. Dukungan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional sangat penting agar ketersediaan pangan di Parigi Moutong tetap terjamin,” ujar Erwin.

Baca Juga:  Gegara Ini, Jadwal Potradnas dan Tarkam di Parigi Moutong Minta Diundur

Dampak banjir, lanjutnya, tidak hanya menggerus pemukiman warga dan fasilitas umum, tetapi juga menghantam sektor pertanian yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi utama masyarakat.

Bupati berharap sinergi erat dengan Bapanas mampu mempercepat pemulihan ketahanan pangan sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi potensi krisis pangan di masa depan.

“Kerja sama ini menjadi kunci agar Parigi Moutong mampu keluar lebih cepat dari dampak bencana dan lebih siap menghadapi ancaman krisis pangan ke depan,” harapnya.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto, menegaskan mekanisme penggunaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) telah diatur melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 125. Menurutnya, cadangan pangan hanya bisa dimanfaatkan untuk empat tujuan utama.

Baca Juga:  Gunakan Rp700 Miliar Anggaran, Pusat Data Nasional Dibobol Hacker

“Pertama, untuk bantuan pangan kepada masyarakat desil 1 sampai 4, seperti yang sudah dilaksanakan di Parigi Moutong. Kedua, untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah. Ketiga, untuk bantuan pangan khusus, termasuk penanganan darurat di dalam negeri. Dan keempat, untuk bantuan internasional, seperti pengiriman beras ke Palestina,” jelas Indra.

Ia menambahkan, data penerima bantuan selalu diperbarui sebelum penyaluran agar benar-benar tepat sasaran sesuai kondisi terkini di lapangan.

“Secara prinsip, apabila seluruh persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi, maka bantuan pangan untuk Kabupaten Parigi Moutong Insya Allah dapat segera direalisasikan. Bahkan selain menjadi jaring pengaman sosial, program ini juga berfungsi sebagai stimulus ekonomi masyarakat pasca bencana,” pungkasnya.

Baca Juga:  Faktor Ini Jadikan Aktivitas Pertambangan di Sulteng Tuai Protes Masyarakat

Selain soal pangan darurat, pertemuan juga membahas program strategis daerah, di antaranya penguatan gerakan Gerbang Desa, pembangunan ketahanan pangan berbasis masyarakat, hingga penyediaan logistik bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Dalam audiensi ini, Bupati Erwin turut didampingi Kepala Bappelitbangda Irwan, SKM., M.Kes., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sofiana, Kabid Ketersediaan Pangan Rahmatia, serta Kabid IKP Diskominfo Germawan.

Sumber: Prokopim Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *