PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Rapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parigi Moutong (Parimo), Jum’at sore. Satu per satu pengurus cabang olahraga (cabor) mencatat arahan dari Ketua KONI Parimo, Faisan Badja, yang menekankan pentingnya seleksi atlet dilakukan secara profesional. Di tahun persiapan menuju Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) ke-VI 2025, langkah ini disebut sebagai fondasi awal menuju prestasi Parimo di ajang provinsi tahun berikutnya.
Faisan menyampaikan bahwa Porkab 2025 akan menjadi ajang penting untuk menjaring atlet-atlet potensial yang akan memperkuat Parimo di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Morowali.
“Porkab 2025 ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana seleksi untuk menemukan atlet terbaik yang akan memperkuat kontingen Parimo di Porprov 2026,” ujar Faisan.
Ia menekankan agar seluruh pengurus cabor melaksanakan proses seleksi dengan objektif, transparan, dan berbasis kemampuan atlet. Menurutnya, keberhasilan Parimo di tingkat provinsi bergantung pada kualitas pembinaan dan seleksi sejak awal.
“Kami berharap proses seleksi yang matang dapat menghasilkan atlet berkualitas dan siap bersaing di level yang lebih tinggi,” tambahnya.
Selain membahas teknis Porkab dan Porprov, Faisan juga menyinggung persoalan klasik yang masih membayangi dunia olahraga daerah: keterbatasan anggaran. Tahun ini, kata dia, KONI Parimo hanya memperoleh dukungan dana Rp500 juta dari pemerintah daerah. Jumlah itu harus dibagi ke 32 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI.
Faisan tak menampik bahwa angka tersebut jauh dari ideal untuk menunjang seluruh kegiatan pembinaan maupun persiapan kompetisi. Namun, ia meminta semua pengurus untuk tidak kehilangan semangat. Menurutnya, soliditas dan kreativitas organisasi akan menjadi kunci menghadapi keterbatasan tersebut.
“Kita semua perlu memaklumi kondisi keuangan daerah. Namun, dengan kerja keras, komitmen, dan kreativitas bersama, saya yakin prestasi olahraga Parimo tetap bisa kita tingkatkan,” pungkasnya.
Menutup arahannya, Faisan menegaskan bahwa Porkab 2025 akan menjadi barometer kesiapan Parimo menghadapi Porprov 2026. Ia mengajak seluruh cabor untuk bersinergi dengan KONI dan pemerintah daerah agar agenda olahraga daerah itu tak sekadar seremonial, tetapi menjadi titik tolak lahirnya generasi atlet berprestasi.
Laporan: Tommy Noho








