PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Pemerintah Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Parigi Moutong (Parimo), kembali menggerakkan gotong royong sebagai mesin utama ketahanan pangan. Sejak awal pekan, warga dan pemerintah desa bahu-membahu menormalisasi saluran irigasi sepanjang dua kilometer untuk memastikan pasokan air tetap terjamin pada musim tanam yang sudah di depan mata.
Normalisasi dilakukan dari Dusun I hingga Dusun III Desa Lobu dengan sistim swadaya Masyarakat setempat. Kepala Desa Lobu, Mahmud Hasan, melalui Kasi Pemerintahan Rifki, menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil karena masyarakat sudah memasuki masa tanam padi.
“Masyarakat dan pemerintah desa segera melakukan normalisasi demi kebutuhan pangan dan menjaga stabilitas pasokan,” ujar Rifki, Selasa (18/11/2025).
Rifki menjelaskan, irigasi yang lancar akan membuka peluang bagi petani meningkatkan pola tanam mereka.
“Dengan pasokan air yang terjamin, petani bisa menanam lebih dari sekali dalam setahun,” katanya.
Menurut Rifki, ketersediaan air stabil adalah fondasi utama keberhasilan pertanian. Kelancaran aliran air mencegah pendangkalan, mengurangi risiko kekeringan di kemarau, sekaligus menahan potensi banjir saat musim hujan. Dampaknya langsung terasa pada kenaikan hasil panen dan pendapatan petani.
Ia menegaskan bahwa normalisasi irigasi bukan hanya pekerjaan infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi desa.
“Normalisasi ini berkontribusi pada ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Lobu,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho








