Gempa Sulteng Satukan Solidaritas Alumni Hukum Untad, Korban di Sigi Terima Donasi dari Seluruh Indonesia

oleh -57 Dilihat
oleh
M. Sunandar Adnan, alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako sekaligus Kasi Trantib Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, berdiri di depan rumahnya yang mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Musibah tersebut memicu gelombang solidaritas dan penggalangan donasi dari alumni Fakultas Hukum Untad di berbagai daerah di Indonesia. Foto: IST.
M. Sunandar Adnan, alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako sekaligus Kasi Trantib Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, berdiri di depan rumahnya yang mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Musibah tersebut memicu gelombang solidaritas dan penggalangan donasi dari alumni Fakultas Hukum Untad di berbagai daerah di Indonesia. Foto: Ist

PALU, KONTEKS SULAWESI Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (16/6/2026), tidak hanya menyisakan duka dan kerusakan di sejumlah wilayah, tetapi juga menghadirkan gelombang solidaritas dari para alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) untuk membantu sesama yang terdampak bencana.

Peristiwa gempa yang menyebabkan satu orang meninggal dunia, puluhan warga mengalami luka-luka, serta kerusakan bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dan Kabupaten Poso itu turut menimpa salah seorang alumni Fakultas Hukum Untad, M. Sunandar Adnan.

Baca Juga:  Karhutla Meluas, BPBD Parimo Krisis SDM dan Minim Strategi

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Hukum Untad, Sirajuddin Ramly, mengatakan Sunandar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, menjadi salah satu korban terdampak dengan tingkat kerusakan rumah yang sangat parah.

“Rumah yang ditempati Saudara M. Sunandar Adnan mengalami kerusakan sekitar 95 persen akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Sigi,” ujar Sirajuddin.

Mendengar kabar tersebut, para alumni Fakultas Hukum Untad bergerak cepat menggalang bantuan secara spontan melalui berbagai grup WhatsApp alumni. Aksi solidaritas itu dilakukan untuk membantu meringankan beban yang dialami rekan mereka yang terdampak bencana.

Baca Juga:  Parimo Perkuat Kolaborasi Tekan Stunting Lewat Kampung Keluarga Berkualitas

Menurut Sirajuddin, donasi mengalir dari berbagai daerah di Indonesia. Para penyumbang berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari jaksa, hakim, polisi, advokat, aparatur sipil negara (ASN), pengusaha, hingga profesi lainnya yang tergabung dalam jaringan alumni Fakultas Hukum Untad.

Tidak hanya ditujukan kepada sesama alumni, bantuan yang terkumpul juga disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa di berbagai wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan daerah lainnya yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan alumni tidak berhenti setelah meninggalkan bangku kuliah, melainkan tetap terjaga dan hadir saat salah satu anggotanya menghadapi musibah.

Baca Juga:  Pemda Parigi Moutong Serahkan SK Pengangkatan ke 99 PNS Formasi 2021

“Solidaritas ini lahir dari rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para korban dan menjadi penguat bagi mereka untuk bangkit kembali pascabencana,” pungkas Sirajuddin.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *