Buya Subi Festival Angkat Tenun Donggala ke Dunia

oleh -39 Dilihat
oleh
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyematkan kain tenun khas Donggala kepada tamu internasional pada pembukaan Buya Subi Festival 2026 di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026). Festival bertema Handmade for the Earth ini menjadi ajang promosi tenun Donggala sekaligus memperluas akses produk lokal ke pasar internasional. Foto: Biro Adpim Provinsi Sulawesi Tengah
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyematkan kain tenun khas Donggala kepada tamu internasional pada pembukaan Buya Subi Festival 2026 di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026). Festival bertema Handmade for the Earth ini menjadi ajang promosi tenun Donggala sekaligus memperluas akses produk lokal ke pasar internasional. Foto: Biro Adpim Provinsi Sulawesi Tengah

DONGGALA, KONTEKS SULAWESI Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, membuka Buya Subi Festival 2026 di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026), sekaligus mendorong tenun khas Donggala menembus pasar internasional melalui penguatan ekonomi kreatif dan regenerasi perajin.

Mengusung tema “Handmade for the Earth”, festival ini menjadi wadah promosi budaya sekaligus pengembangan industri tenun yang berdaya saing di tingkat nasional hingga global.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan Buya Subi Festival bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga menjadi bukti bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan tenun dengan nilai filosofi tinggi yang layak bersaing di industri fesyen berkelanjutan dunia.

Baca Juga:  Terbukanya Ekspor Durian ke China Diharap Tingkatkan Ekonomi Sulteng

Untuk menjaga kelestarian warisan budaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulteng berencana membahas pembukaan jurusan khusus tenun di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini dinilai penting mengingat sebagian besar penenun saat ini berasal dari kalangan lanjut usia sehingga regenerasi harus segera dilakukan.

“Jangan sampai tenun kita hilang karena para pengrajinnya didominasi generasi yang sudah lanjut usia. Regenerasi harus dilakukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang,” ujar Reny.

Ia menekankan festival tidak boleh berhenti sebagai ajang pameran semata, tetapi harus mampu meningkatkan minat masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk tenun lokal sehingga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan para perajin.

Menurutnya, tenun Donggala memiliki keunggulan dari sisi warna, motif, dan kualitas serat yang mampu bersaing di pasar global. Karena itu, para perajin didorong terus meningkatkan kualitas produk dan menghadirkan desain yang mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

Baca Juga:  Anwar Hafid Siap Kawal Sengketa Tanjung Sari Hingga Tuntas

“Pemerintah ingin kualitas terus meningkat dengan desain yang lebih modern, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya Donggala,” katanya.

Lebih lanjut, Reny menegaskan pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga mengajak generasi muda untuk bangga mengenakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap karya para perajin.

Melalui Buya Subi Festival 2026, Pemerintah Provinsi Sulteng berharap terbangun berbagai kerja sama strategis yang mampu memperkuat promosi pariwisata, memberdayakan UMKM, sekaligus membuka akses pasar internasional bagi produk unggulan daerah. Kehadiran CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Zuhal Kuvan Mills, dinilai menjadi peluang besar memperkenalkan tenun Donggala ke pasar dunia.

Baca Juga:  Sekprov Novalina: Penggunaan Dana Pokir Harus Sesuai Aturan

Turut hadir pada pembukaan festival tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., S.H., M.A.P., unsur Forkopimda, serta kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Donggala.

“Mari jadikan Buya Subi Festival sebagai ruang belajar, berkarya, dan berkolaborasi untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus membawa tenun khas Donggala semakin dikenal hingga pasar internasional,” pungkasnya.

Sumber: Biro Adpim Provinsi Sulawesi Tengah.