Bupati Parimo Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat Layani Kepulauan

oleh -110 Dilihat
oleh
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama jajaran Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, dan unsur Forkopimda melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di Pelabuhan Kelas III Parigi, Selasa (7/7/2026). Program ini bertujuan mendistribusikan uang Rupiah layak edar serta menghadirkan layanan kas dan edukasi ke wilayah kepulauan di Sulawesi Tengah. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama jajaran Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, dan unsur Forkopimda melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di Pelabuhan Kelas III Parigi, Selasa (7/7/2026). Program ini bertujuan mendistribusikan uang Rupiah layak edar serta menghadirkan layanan kas dan edukasi ke wilayah kepulauan di Sulawesi Tengah. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Bupati Parigi Moutong (Parimo), H. Erwin Burase, menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 sebagai upaya memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh layanan uang Rupiah layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi hingga ke daerah terluar.

Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati H. Erwin Burase pada pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang diselenggarakan Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) di Pelabuhan Kelas III Parigi, Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, Selasa (7/7/2026).

Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program Bank Indonesia bersama TNI AL yang bertujuan menjamin ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), sekaligus memperkuat makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Baca Juga:  SP4N LAPOR, Solusi Masyarakat Laporkan Pelayanan Publik

Kehadiran Bupati menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung program nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga kepulauan yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Mohammad Irfan Sukarna, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terhadap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan TNI AL menjadi kunci keberhasilan penyediaan layanan kas di wilayah kepulauan.

Pada pelaksanaan tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar senilai Rp12,24 miliar atau meningkat sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dana tersebut akan didistribusikan melalui layanan kas keliling ke lima wilayah kepulauan, yakni Wakai, Walea, Salakan, Banggai, dan Bokan.

Baca Juga:  Bupati Erwin Burase: “Daerah Tak Boleh Dirugikan, Fiskal Harus Adil untuk Rakyat”

Selain menghadirkan layanan penukaran uang layak edar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat juga memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta pelayanan kesehatan di sejumlah pulau yang menjadi lokasi persinggahan.

Mohammad Irfan Sukarna mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai di wilayah kepulauan masih cukup tinggi meski sistem pembayaran digital terus berkembang. Karena itu, Bank Indonesia berkomitmen memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar sekaligus dapat menukarkan uang yang sudah tidak layak pakai.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 melibatkan sekitar 15 pegawai Bank Indonesia dari berbagai kantor perwakilan di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kualitas uang Rupiah yang beredar sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi hingga ke wilayah terluar Indonesia.

Baca Juga:  Berikut Catatan Evaluasi KPU Parigi Moutong Pasca Debat Publik Pertama

“Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong siap mendukung setiap langkah yang menghadirkan pelayanan publik hingga ke wilayah kepulauan. Sinergi ini diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan memperkuat makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong.