PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menetapkan lima prioritas pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sebagai strategi mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Irwan, mengatakan arah kebijakan pembangunan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah.
“Lima prioritas ini dirancang untuk menjawab persoalan mendasar, mulai dari kemiskinan, keterbatasan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Irwan pada Musrenbang RKPD 2027, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, lima prioritas pembangunan itu meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ketahanan lingkungan berbasis sosial dan budaya, serta reformasi tata kelola pemerintahan yang profesional dan transparan.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan berbagai program unggulan. Di sektor ekonomi, fokus diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pemberdayaan generasi muda, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara di sektor pertanian dan kelautan, pemerintah memprioritaskan peningkatan produktivitas melalui penyediaan sarana produksi, distribusi pupuk tepat waktu, hingga perlindungan asuransi bagi petani dan nelayan.
“Pertanian dan kelautan merupakan kekuatan utama daerah yang harus terus didorong agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Pada sektor pelayanan dasar, pemerintah tetap menempatkan kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas. Program layanan kesehatan gratis, termasuk pelayanan kesehatan bergerak bagi wilayah terpencil, akan terus diperkuat. Di bidang pendidikan, pemerintah juga menyiapkan bantuan pendidikan, beasiswa, pembangunan asrama mahasiswa, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian utama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan jalan, irigasi, dan fasilitas pendukung lainnya yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Irwan mengungkapkan, pelaksanaan program tersebut didukung proyeksi anggaran RKPD Tahun 2027 sekitar Rp1,7 triliun yang akan dialokasikan untuk belanja operasional, belanja modal, dan belanja transfer.
Meski demikian, ia mengakui keterbatasan fiskal menjadi tantangan sehingga pemerintah harus menetapkan skala prioritas dalam setiap program pembangunan.
“Kita tidak bisa mengakomodasi seluruh usulan. Karena itu, setiap program harus benar-benar selektif, menjadi prioritas, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi agar pelaksanaan pembangunan berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi dan perencanaan yang tepat, kami optimistis pembangunan Parigi Moutong ke depan akan semakin terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho









