Zein Abdillah Juara Bertutur, Harumkan Parimo

oleh -68 Dilihat
oleh
Zein Abdillah, siswa SD Muhammadiyah Pelawa, berhasil meraih Juara I Lomba Bertutur Tingkat SD se-Sulawesi Tengah melalui cerita rakyat “Bomban Tallu”. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.
Zein Abdillah, siswa SD Muhammadiyah Pelawa, berhasil meraih Juara I Lomba Bertutur Tingkat SD se-Sulawesi Tengah melalui cerita rakyat “Bomban Tallu”. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.

PALU, KONTEKS SULAWESI Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali mencatat prestasi di tingkat provinsi. Siswa SD Muhammadiyah Pelawa, Zein Abdillah, meraih Juara I Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar se-Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui cerita rakyat “Bomban Tallu”.

Prestasi tersebut diraih dalam Festival Literasi Sulawesi Tengah 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah di Jalan Banteng Nomor 6, Palu, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Peringatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan (BGMHKP) itu ditutup Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido. Dalam kesempatan tersebut, Reny juga meluncurkan aplikasi perpustakaan digital IPUS Sulteng dengan tema “Literasi Bermartabat, Perpustakaan Berdaya: Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso”.

Baca Juga:  174 Unit Rumah di Konawe Utara Terendam Banjir

Reny mengajak orang tua menjadikan literasi sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui peran keluarga. Menurutnya, pendampingan orang tua penting untuk membangun minat baca dan kecintaan anak terhadap literasi.

“Dari laporan yang saya terima, pengguna IPUS sudah cukup banyak. Saya berharap anak-anak, pelajar maupun masyarakat dapat memanfaatkan IPUS ini. Sebelum tidur kita bacakan dongeng, saat belajar kita dampingi. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujar Reny.

Bunda Literasi Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, SKM, M.Kes, yang mendampingi kontingen daerah, mengapresiasi keberhasilan Zein. Ia menilai prestasi tersebut menunjukkan besarnya potensi anak-anak daerah dalam bidang literasi dan budaya.

Baca Juga:  Ribuan Petani Sawit di Morowali Utara Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

“Prestasi ananda Zein Abdillah adalah bukti nyata potensi besar anak-anak Parigi Moutong. Membaca dan bertutur bukan sekadar mengolah kata, tetapi juga menanamkan nilai moral, budaya, serta membangun karakter generasi muda,” tutur Hestiwati.

Ia menegaskan, budaya literasi tidak boleh hanya tumbuh ketika anak mengikuti perlombaan. Kebiasaan membaca harus dimulai dari rumah dengan dukungan orang tua dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan, termasuk layanan digital.

“Literasi tidak boleh berhenti di panggung perlombaan. Rumah adalah pondasi utamanya. Saya mengimbau seluruh orang tua untuk membiasakan anak membaca sejak kecil dan memanfaatkan perpustakaan daerah maupun platform digital seperti IPUS Sulteng untuk menyiapkan generasi yang lebih maju,” pungkasnya.

Baca Juga:  Harga Material Sulteng Melonjak Empat Kali Lipat, Pembangunan IKN Terancam

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong.