Tekan Inflasi Jelang Nataru, Pemkab Parimo Gelar GPM

oleh -938 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan sambutan saat pelaksanaan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Maesa, Parimo, sebagai upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru. Foto: DN
Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan sambutan saat pelaksanaan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Maesa, Parimo, sebagai upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru. Foto: DN

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menekan inflasi daerah sekaligus menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas layak, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan GPM menjadi instrumen penting pemerintah daerah dalam merespons kecenderungan kenaikan harga pangan yang berulang setiap akhir tahun dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Maesa, Kompleks Kampung Kelapa, Selasa, (16/12/2025).

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga-harga kebutuhan pokok biasanya naik. Kondisi ini menurunkan daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah hadir melakukan stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah,” kata Erwin.

Baca Juga:  Bantuan Atensi Kemensos Mengalir ke Parigi Moutong

Ia menjelaskan, GPM merupakan langkah strategis yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong untuk menjaga kestabilan harga sembilan bahan pokok di pasaran sekaligus memastikan keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen.

“Kalau harga naik, petani senang tapi masyarakat terbebani. Kalau harga turun, masyarakat diuntungkan tapi petani yang susah. Itu tidak boleh. Pemerintah harus menjaga keseimbangan,” ujar Erwin.

Menurut Erwin, pemerintah daerah melalui Satuan Tugas Inflasi terus memantau pergerakan harga pangan di pasar. Stabilitas harga dinilai krusial agar petani tetap berproduksi dan rantai pasok pangan daerah tidak terganggu.

Baca Juga:  BP Taskin Lakukan Pengentasan Kemiskinan Melalui Sembilan Sektor

Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan serta kestabilan pasokan pangan, terutama menjelang momentum konsumsi tinggi di akhir tahun.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, lanjut Erwin, akan melakukan intervensi di sejumlah titik yang berpotensi mengalami lonjakan harga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stok pangan tetap aman dan harga tidak melonjak akibat kelangkaan barang.

“Kalau stok berkurang, secara ekonomi harga pasti naik. Karena itu pemerintah hadir melalui bantuan dan pangan murah agar ketersediaan tetap terjaga,” pungkasnya.

Baca Juga:  AHY Serahkan Ratusan Sertifikat Tanah untuk Korban Bencana di Petobo

Di akhir sambutan, Erwin menyampaikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, unsur Forkopimda, serta DPRD yang turut mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

Laporan: Nur Maulidza