Kapolres Parimo: Media Mitra Strategis, Bukan Musuh Kritik

oleh -354 Dilihat
oleh
Kapolres Parimo AKBP Dr. Hendrawan A.N (tengah) bersama sejumlah jurnalis lokal saat silaturahmi rutin di Kota Parigi, Selasa (4/11/2025). Pertemuan ini menegaskan komitmen Polres Parimo dalam membangun sinergi dengan insan pers demi transparansi dan stabilitas keamanan daerah. Foto: Tommy Noho
Kapolres Parimo AKBP Dr. Hendrawan A.N (tengah) bersama sejumlah jurnalis lokal saat silaturahmi rutin di Kota Parigi, Selasa (4/11/2025). Pertemuan ini menegaskan komitmen Polres Parimo dalam membangun sinergi dengan insan pers demi transparansi dan stabilitas keamanan daerah. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Di tengah derasnya arus informasi dan ancaman disinformasi, Polres Parigi Moutong (Parimo) memilih untuk tidak menutup diri. Kepolisian justru menegaskan pentingnya membangun sinergi dan soliditas bersama insan pers demi menjaga kepercayaan publik dan keamanan daerah.

Kapolres Parimo, AKBP Dr. Hendrawan A.N., menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat. Melalui pemberitaan yang berimbang dan edukatif, publik dapat memahami berbagai upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Parimo.

“Kami berharap sinergi yang sudah terjalin dapat terus diperkuat. Media adalah mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi positif, membangun kepercayaan publik, serta menangkal berita hoaks yang dapat mengganggu ketertiban,” ujar Hendrawan, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga:  SPPG Silampayang Diresmikan, Wabup Warning SOP Ketat hingga Risiko Sabotase MBG

Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan tugas Polri. Karena itu, Polres Parimo akan terus meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan jurnalis, baik dalam peliputan kegiatan kepolisian maupun dalam penanganan isu-isu sensitif di masyarakat.

“Kami di Polres Parimo terbuka terhadap kritik. Kritik yang membangun justru menjadi bahan evaluasi agar kami bisa bekerja lebih baik lagi. Polri tidak anti kritik, karena dari kritik itulah kami bisa memperbaiki diri,” tegas Hendrawan.

Hendrawan menekankan, keterbukaan terhadap kritik bukan melemahkan institusi, melainkan memperkuat semangat perubahan di tubuh Polri agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, media juga berperan sebagai pengendali sosial yang penting untuk memastikan pelayanan publik berjalan transparan dan profesional.

Baca Juga:  Deklarasi Anwar-Reny di Parigi Moutong Dihadiri 50 Ribu Warga

“Kami berharap media tidak hanya memberitakan hal positif, tapi juga memberi masukan ketika ada yang perlu dibenahi. Asalkan objektif dan proporsional, kami akan menerimanya dengan lapang dada,” tambahnya.

Kapolres Parimo pun mengajak seluruh jurnalis di Kabupaten Parimo untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan jajaran kepolisian, agar setiap isu yang muncul di lapangan dapat diklarifikasi dengan cepat dan tepat.

Sementara itu, sejumlah jurnalis menyambut baik keterbukaan Polres Parimo terhadap kritik dan saran dari media.

“Silaturahmi yang diagendakan sebulan sekali dengan rekan-rekan pers menunjukkan bahwa Polres Parimo benar-benar siap menjadi mitra transparan bagi publik,” ujar wartawan lokal, Sumardin.

Menurutnya, pertemuan tersebut menandai komitmen bersama antara Polres Parimo dan media dalam memperkuat sinergi demi terciptanya wilayah yang aman, damai, dan informatif.

Baca Juga:  Amrullah-Ibrahim Ditetapkan Sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati Parimo

“Kami siap mendukung upaya Polres Parimo dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui pemberitaan yang objektif dan konstruktif,” tambahnya.

Senada, wartawan lain Mawan menilai sikap terbuka Kapolres dan jajaran Polres Parimo menunjukkan komitmen kuat membangun hubungan kemitraan yang sehat antara aparat penegak hukum dan media.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Kapolres yang mau berdialog langsung dan terbuka terhadap kritik. Ini jarang dilakukan dan menunjukkan kepemimpinan yang komunikatif,” katanya.

Sementara Supardi, jurnalis lainnya, menekankan pentingnya menjaga hubungan dua arah agar publik mendapat informasi yang akurat. “Dengan komunikasi yang baik, kami sebagai jurnalis dapat menyajikan berita yang benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” pungkas Supardi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *