Tambang Emas Buranga Picu Krisis Air, DPRD Desak Pemda Bertindak

oleh -136 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Anggota DPRD Parigi Moutong, Leli Pariani, menyampaikan desakan kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret terkait dampak aktivitas pertambangan emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, yang memicu krisis air bersih dan mengancam kesehatan masyarakat, dalam Sidang Paripurna DPRD Parigi Moutong, Senin (12/01/2026). Foto: Dok Konteks Sulawesi
Keterangan Foto: Anggota DPRD Parigi Moutong, Leli Pariani, menyampaikan desakan kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret terkait dampak aktivitas pertambangan emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, yang memicu krisis air bersih dan mengancam kesehatan masyarakat, dalam Sidang Paripurna DPRD Parigi Moutong, Senin (12/01/2026). Foto: Dok Konteks Sulawesi

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Aktivitas pertambangan emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, kembali menuai sorotan tajam. DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret menyusul dampak lingkungan yang kian dirasakan warga, terutama krisis air bersih.

Anggota DPRD Parigi Moutong dari Fraksi Partai Golkar, Leli Pariani, menyatakan dampak pertambangan telah menyentuh kelompok paling rentan. Ia menilai persoalan ini tak lagi semata urusan ekonomi, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup sehari-hari perempuan dan anak-anak. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Parigi Moutong, Senin (12/01/2026).

“Yang paling terdampak itu perempuan dan anak-anak. Ini bukan lagi soal ekonomi, tapi sudah menyangkut keberlangsungan hidup sehari-hari.” kata Leli.

Baca Juga:  KPU Parigi Moutong Menggelar Rapat Pleno Terbuka Pencabutan Nomor Urut Paslon

Dalam satu tahun terakhir, kata Leli, aktivitas tambang emas di Buranga memicu krisis air bersih. Sejumlah sumur warga yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga dilaporkan mengering, sementara sungai yang biasa digunakan untuk mandi dan mencuci kini tercemar limbah tambang.

“Informasi yang kami terima, sumur-sumur warga sudah tidak lagi mengeluarkan air. Sungai yang biasa digunakan untuk mandi pun kini tercemar limbah tambang.” ungkapnya.

Leli menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak yang paling banyak bersentuhan dengan aktivitas domestik.

Baca Juga:  Korban Tenggelam di Sungai Kotarindau Sigi Ditemukan Tewas

“Air bersih adalah kebutuhan fundamental. Jika tidak tersedia, dampaknya sangat luas, terutama bagi perempuan dan anak-anak.” ujarnya.

Keluhan warga itu, lanjut Leli, telah ia sampaikan langsung kepada Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, yang hadir dalam rapat paripurna. Ia meminta agar persoalan tambang emas di Buranga segera dibahas secara serius bersama organisasi perangkat daerah terkait, tanpa menunggu dampak yang lebih luas.

Menanggapi desakan tersebut, Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti laporan DPRD. Ia memastikan pemda akan turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melihat kondisi riil di lapangan.

Baca Juga:  70 Persen ASN Indonesia Belum Melek Digital di Era Adaptasi AI

“Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melihat kondisi di lapangan.” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho