Mepanga Bergerak, Santunan dan Ukhuwah Demi Rajut Silaturahmi

oleh -1271 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, saat memberikan sambutan pada Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim di Desa Kotaraya, Minggu (20/7/2025). Foto: Sumber : Diskominfo Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Suasana hangat menyelimuti Lapangan Gelora Mitra, Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, Minggu (20/7/2025), saat ratusan warga berkumpul dalam Pengajian Akbar dan penyaluran santunan bagi anak yatim piatu. Acara yang digelar sejak pagi itu tak hanya menjadi ruang refleksi spiritual, tetapi juga perwujudan nyata kepedulian sosial masyarakat Parigi Moutong.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya sarana dakwah, tetapi juga momentum untuk membangun silaturahmi dan memperkokoh kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga dan perhatikan bersama,” ujar Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, dalam sambutannya.

Baca Juga:  Rakor BRIDA di Parigi Moutong Diharap Jadi Jembatan Komunikasi

Acara ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, pejabat daerah, anggota DPRD, hingga perwakilan Forkopimcam. Mereka datang dari berbagai desa sekitar Mepanga, bersatu dalam semangat kebersamaan untuk berbagi kasih dengan 25 anak yatim dan yatim piatu dari empat wilayah: Kotaraya, Kotaraya Selatan, Kotaraya Barat, dan Dusun Olontigi di Desa Moubang.

Menurut laporan Ketua Panitia, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali nilai gotong royong, mempererat hubungan antarmasyarakat dan pemerintah, serta menyampaikan kehangatan dan harapan kepada mereka yang membutuhkan. Total dana santunan sebesar Rp9.905.000 disalurkan kepada para penerima, berkat kontribusi masyarakat, para dermawan, jamaah pengajian, serta dukungan dari Pemerintah Desa Kotaraya.

Baca Juga:  15 Ribu Siswa di Parigi Moutong Segera Dapat Seragam Gratis

Kehangatan acara semakin terasa dengan kehadiran Ustaz Ruslan Demanto, S.Th.I, yang dalam ceramahnya mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan dan menumbuhkan empati sosial. Ia mengingatkan pentingnya perhatian dan kasih sayang terhadap anak-anak yang kehilangan figur orang tua, agar mereka tetap tumbuh dalam pelukan masyarakat yang peduli.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kebersamaan tampak begitu hidup di tengah masyarakat.

“Semoga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi menjadi budaya yang terus tumbuh, di mana cinta, silaturahmi, dan kepedulian menjadi denyut nadi kehidupan kita bersama.” tutupnya.

Baca Juga:  Relawan Tanggap Bencana AA Kerahkan Alat Berat di Empat Desa Terdampak Banjir

Sumber : Diskominfo Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *